Kamis, 15 September 2011

Playstation Terbaru dari Sony -- Playstation Vita


Meski telah digempur habis-habisan oleh smartphone dan tablet, perusahaan-perusahaan konsol game tampaknya belum akan menyerah. Sony, dalam hal ini, akan segera meluncurkan generasi konsol game terbarunya, PlayStation Vita pada Desember mendatang.
PS Vita, begitu Sony memanggil gadget game gres-nya ini, akan terdiri dari sebuah layar sentuh OLED 5 inci, dengan dua stik analog di kiri kanan konsol. Dan semakin mirip dengan smartphone dan tablet, konsol ini juga diperkuat dengan kamera depan dan belakang, plus, jika Anda ingin langsung mendownload permainan dari internet, jangan kawatir, karena PS Vita dilengkapi dengan multi koneksi, Bluetooth, Wi Fi, dan 3G (opsional), sebuah pengembangan yang menakjubkan untuk konsol game modern. Sementara di bagian belakang konsol terdapat semacam bantalan yang merupakan sensor gerak untuk beberapa gerakan utama seperti sentuh, ambil, telusuri, dorong, dan tarik. Sekilas menilai, apa yang ditawarkan PlayStation Vita ini jauh lebih menarik dari Nintendo 3DS. Namun, Anda harus mencobanya sendiri.
Sudah pasti, kemajuan teknologi yang signifikan ini dikembangkan menyusul melemahnya penjualan konsol sejak tablet dan smartphone menguasai pasar dan membuat konsol game tergantikan, apalagi aplikasi-aplikasi game yang ditawarkan oleh smartphone biasanya lebih murah atau bahkan gratis, dengan kualitas gambar yang boleh dibilang tak kalah dari konsol. iPhone saja misalnya, dengan teknologi Retina Display-nya, mampu menampilkan gambar beresolusi tinggi pada game-game kompleks.
Nintendo DS, pesaing PlayStation, malah sudah memangkas harga Nintendo 3DS-nya hingga 40 persen, hanya 6 bulan setelah diluncurkan, karena penjualan yang sangat mengecewakan. Padahal teknologi 3D tanpa menggunakan kacamata 3 dimensi yang ditawarkan 3DS termasuk visioner. Namun sekali lagi, dunia sudah ‘jatuh cinta’ pada tablet, dan entah apakah konsol game masih punya cukup banyak pesona untuk membuat kita mengangkat kepala dan mengalihkan perhatian kita dari tablet. Saat ini, satu perangkat yang dapat melakukan apa saja, cukup bagi kita yang harus menata terlalu banyak aktivitas sekaligus.

Oleh: Sarah A. Christie

0 komentar:

Posting Komentar