Sekelompok ahli astronomi mengumumkan pada hari Selasa (13/9) bahwa mereka telah menemukan 50 planet baru di luar tata surya kita. Planet-planet tersebut, termasuk 16 di antaranya mempunyai massa 1 hingga 10 kali lebih besar dari bumi, ditemukan menggunakan HARPS Spectrometer yang ada di Observatorium La Silla Di Chile.
Temuan 50 planet baru ini melengkapi prestasi dunia astronomi modern yang total telah menemukan 604 ‘Bumi lain’ di luar tata surya kita.
Mengapa temuan ini begitu penting, karena kebanyakan ahli astronomi berharap dapat menemukan bumi yang baru, untuk menggantikan bumi kita yang sudah tua dan ‘sakit’ ini.
Salah satu dari super-earth itu, demikian planet-planet yang lebih besar dari bumi itu disebut, mengorbit di dalam sebuah zona layak huni yang merupakan jalur sempit yang mengelilingi satu bintang, di mana kondisi-kondisi seperti keberadaan air di permukaan planet, memungkinkan untuk planet ini ramah terhadap kehidupan. HD, 85512b, nama planet tersebut, diperkirakan 3,6 kali massa bumi besarnya.
“Planet-planet ini menjadi target terbaik untuk teleskop ruang masa depan, guna mencari tanda-tanda kehidupan di atmosfir planet, misalnya dengan mencari apakah ada oksigen di sana,” Francesco Pepe dari Observatorium Jenewa yang memimpin penelitian ini menjelaskan, seperti dilaporkan oleh BBC.
“Ini berita baik bagi mereka yang mencari ‘teman’ di galaksi ini,” astronom senior untuk Search for Extraterrestrial Intelligence Institute menyampaikan dukungannya.
Shostak mengatakan bahwa lebih banyak lagi planet baru akan ditemukan di 2012 dengan menggunakan teleskop Kepler milik NASA. Teleskop itu dapat menentukan fraksi bintang dan planet-planetnya yang dapat mendukung kehidupan, yang ia perkirakan berkisar antara 1-10 persen.
Bagaimana pun juga menariknya dunia luar angkasa dan betapa bersemangatnya kita mengetahui bahwa mungkin ada kehidupan lain di luar sana, kita harus memberi ruang untuk misteri, dan pengakuan tertinggi kepada Sang Pencipta, karena tidak ada yang lebih baik dari bumi beserta segala keindahan kekayaan alam dan kompleksitas sistem kehidupannya, yang dapat dengan yakin kita katakan, tidak akan dapat disamai oleh planet manapun juga. Mungkin kita memang ditakdirkan untuk menjadi satu-satunya planet yang ‘hidup’, dan bukan berarti kita tidak boleh meningkatkan upaya untuk mencari planet pengganti bumi, tapi setidaknya, kita dapat memulai misi penyelamatan yang heroik ini dengan membenahi bumi dan segenap alam yang dikandungnya sebelum bumi benar-benar hancur dan kita tak tahu kemana harus pergi, bukankah demikian?
Oleh: Sarah A. Christie
Sumber: Berita Terbaru

0 komentar:
Posting Komentar